Jalan Pembuka Harapan bagi Masyarakat Asbol

Awal tahun 2024 merupakan pertama kalinya saya mengunjungi wilayah Asbol, Kabupaten Mamberamo Tengah. Saat itu, saya belum mengetahui kondisi akses menuju daerah tersebut. Saya bersama tiga guru asal Toraja bertugas mendampingi kegiatan intervensi pendidikan di SD Asbol.

Namun, mirisnya, dalam perjalanan dari Kobakma hingga tiba di terminal wilayah Asbol, saya melihat kondisi jalan yang sangat rusak. Bisa dikatakan, sebagian besar aksesnya masih seperti jalan tikus. Ketika hujan turun, perjalanan menjadi semakin sulit karena jalan berlumpur dan licin. Kami juga harus melewati enam kali aliran sungai yang airnya dapat naik ketika hujan, sementara belum tersedia jembatan yang memadai.

Melihat kondisi tersebut, saya merasa sedih, terutama ketika membayangkan anak-anak dan masyarakat yang harus melewati akses tersebut setiap hari. Bahkan, sebelum tidur maupun saat bangun pagi, saya sering berdoa bukan hanya untuk anak-anak dan masyarakat Asbol, tetapi juga untuk kemajuan daerah, khususnya agar akses jalan menuju wilayah tersebut dapat dibuka dan diperbaiki.

Pada masa awal intervensi, ketika proses pemilihan wakil bupati sedang berlangsung, saya sering berjalan kaki keluar dari SD Asbol menuju Kobakma, begitu juga sebaliknya. Dalam perjalanan, saya kerap berpikir dan berharap, semoga Bapak Wakil Bupati terpilih, sehingga saya bisa bertemu dan menyampaikan langsung kondisi akses jalan serta kebutuhan masyarakat Asbol.

Setelah masa intervensi selesai, saya kembali ke Jayapura dan kemudian pulang ke Yahukimo. Saya sempat menceritakan kepada Bapak saya mengenai perkembangan pendidikan dan kehidupan gereja di Asbol. Bapak kemudian menyarankan agar saya kembali mengunjungi daerah tersebut, bahkan jika memungkinkan, tetap membantu mengajar meskipun tidak lagi dalam kontrak program Yayasan Nusantara Sejati (YNS).


Pada tahun 2025, saya menyampaikan kepada pihak program di kantor YNS Kotaraja bahwa saya ingin kembali melakukan intervensi di SD Asbol. Salah satu alasan saya adalah karena Bapak Wakil Bupati telah terpilih, dan saya ingin bertemu langsung untuk menyampaikan perkembangan serta kebutuhan masyarakat Asbol. Puji Tuhan, saya mendapat kesempatan bertemu dengan beliau sebanyak dua kali. Dalam pertemuan tersebut, saya menyampaikan dua hal utama, yaitu:
1. Perlunya peningkatan akses jalan menuju wilayah Asbol.
2. Usulan pemindahan SD Asbol dari lokasi di seberang sungai ke lokasi yang lebih dekat dengan jalan raya, agar akses pendidikan bagi anak-anak dan masyarakat menjadi lebih mudah. Beliau menerima masukan dan saran tersebut dengan baik. Saya pun bersyukur karena sesuatu yang selama ini menjadi harapan dan perjuangan bersama mulai mendapatkan perhatian.

Akhirnya, akses jalan kini sudah tembus sampai ke wilayah Asbol. Bagi saya, ini merupakan kabar yang sangat menggembirakan dan menjadi bagian dari perkembangan daerah. Saya juga melihat bahwa pelayanan YNS, melalui kerja sama dan kemitraannya dengan Pemerintah Daerah, turut menjadi bagian dari proses yang mendukung perubahan tersebut.

Harapan saya ke depannya, semoga rencana pemindahan SD Asbol ke lokasi yang lebih dekat dengan jalan raya dapat benar-benar diwujudkan. Hal ini penting demi keselamatan, kemudahan akses pendidikan, dan kemajuan masyarakat Asbol.

Sekali lagi, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim YNS yang telah bermitra dengan Pemerintah Daerah dan terus memberikan perhatian terhadap pendidikan serta kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil.

Semoga perjuangan dan pelayanan ini terus membawa manfaat bagi anak-anak dan masyarakat Asbol.