Usaha Ekstra Guru Papua Untuk Mendapatkan Pengetahuan Baru

Pagi-pagi sekali guru-guru dari kampung Tablanusu, yaitu salah satu kampung di Kabupaten Jayapura sudah harus berjuang mencari lokasi (spot) untuk mendapatkan akses internet. Mereka tidak ingin ketinggalan untuk ikut terlibat dalam seminar online yang diselenggarakan oleh Yayasan Nusantara Sejati bersama UNICEF dan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura. Seminar ini membahas tentang ‘Optimalisasi Pembelajaran Tatap Muka dan Jarak Jauh di Masa Pandemi’. Diskusi ini menghadirkan 3 narasumber yaitu; dr. Paul S. Manoempil, EPI-TA (Konsultan UNICEF), Dr. (HC) Willi Toisuta, Ph.D (Ahli Pendidikan dan Pendiri YNS/WTA), serta Dr. Dharmaputra Palekahelu (Senior Associate YNS/ WTA).

Selain guru-guru yang berasal dari Tablanusu, seminar online ini pun dihadiri oleh guru-guru di daerah lain di Papua, Papua Barat dan Provinsi lainnya di Indonesia. Tidak hanya guru, namun orang tua murid pun turut hadir dalam seminar online ini. Tercatat jumlah peserta dalam seminar online ini pada hari pertama yaitu 205 peserta dan hari kedua sebesar 194 peserta.

Narasumber dalam Seminar Online

Pembukaan Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jayapura-Bapak Ted Mokay, Education Spealist UNICEF-Bapak Santri Baringin, dan Executive Director YNS-Bapak Eka Simanjuntak. Pada Sesi Seminar, dr. Paul S. Manoempil seorang konsultan dari UNICEF memaparkan mengenai Pandemi Covid-19 dan pentingnya vaksin untuk mengatasi pandemi tersebut. Pada pembahasan ini dr. Paul menjelaskan bahwa agar sekolah-sekolah dapat dibuka lagi dan kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana kembali, penting bahwa harus ditumbuhkan kesadaran dari guru-guru, anak murid, maupun orang tua murid atas penting nya vaksinasi disaat pandemi ini.

Selanjutnya Dr. Dharmaputra Palekahelu selaku Senior Associate dari YNS/WTA memaparkan tentang persoalan pembelajaran di Masa Pandemi dan usulan solusi dari sisi kebijakan sekolah, pendekatan dan rancangan pembelajaran. Kemudian Prof. Willi Toisuta, menutup pemaparan dengan menjelaskan tentang resiko ketertinggalan belajar dan prinsip pembelajaran di Masa Pandemi baik secara Tatap Muka maupun Jarak Jauh yaitu tentang memindahkan proses belajar dari ruang kelas ke rumah (Class Work at Home, buka sekedar memberikan tugas rumah (Home Work) bagi peserta Didik.

Seminar dilanjutkan ke hari II yang berfokus kepada diskusi antara peserta dengan narasumber dan Pak Dharma melanjutkan membahas tentang Pembelajaran Jarak Jauh menggunakan Teknologi. Dari pertanyaan dan komentar peserta, ada beberapa hal yang menjadi persoalan serius di sekolah yaitu bagaimana mendorong vaksinasi dan bagaimana merancang pembelajaran tatap muka dan jarak jauh.

Ini membuktikan bahwa di Papua ada banyak guru-guru yang punya keinginan kuat untuk menambah pengetahuan dan keterampilan mereka, hanya saja akses untuk mengikuti diskusi, pelatihan yang baik memang sangat terbatas. Yayasan Nusantara Sejati (YNS) dan Willi Toisuta & Associates (WTA) terus berupaya agar dapat membantu para bapak dan ibu guru di Papua, untuk itu YNS/WTA membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar niat baik ini dapat tercapai.

Bagikan Artikel :
Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Mari Berkontribusi dan Menjadi Bagian Dari Upaya Kami

Kami menerima kontribusi keuangan dari perorangan atau pribadi, yayasan, perusahaan, dan entitas lainnya. Kontribusi Anda dapat diberikan ke akun berikut:

Bank Mandiri
a/n Yayasan Nusantara Sejati
No Rek : 102 00 10022223

Konfirmasi Donasi : iggrd@iggrd.or.id

Terima kasih atas donasi yang Anda berikan.